Panduan Memilih Mesin Bordir

1. Negara asal mesin tsb dibuat
Telah menjadi “brand image” kami bahwa produk mesin alias elektronik bernilai cenderung ke produk buatan Jepang.
Intinya “Quality Control” produk Jepang telah dikenal sangat ketat, jadi menghasilkan produk yang sangatlah bernilai. Begitu juga dengan mesin bordir komputer yang bakal dipakai untuk jahit bordir.

Panduan Memilih Mesin Bordir

2. Nilai hasil bordiran
Nilai hasil jahit bordir paling mendasar terbukti dipengaruhi oleh nilai mesin produksinya. Tetapi pada umumnya para konsumen bakal mempertimbangkan aspek pandang ini dengan memperhatikan tipe produk yang bakal diproses.

Umpama: tampilan bordir busana muslim, untuk tipe bordir ini terbukti tingkat akurasi hasil bordir tak menjadi perhatian mutlak konsumen, jadi nilai hasil dapat tersamarkan dengan lebih menonjolkan keindahan tampilannya.

Jadi tak ada salahnya apabila kamu mau membeli mesin, cobalah berbagai tampilan bordir produk yang sempat kamu proses kemudian kamu berhak menilai kualiatas hasilnya, bila butuh bandingkan dengan yang lainnya.

3. Umur Mesin
Keputusan untuk membeli mesin pastinya mempunyai andalan jangka panjang, dimana umur mesin bakal menjadi perhitungan dasar, saat menentukan target waktu pengembalian modal.
Dan yang tentu nilai bahan komponen mesin juga menjadi dasar tingkat ketahan lamaan dari suatu  mesin. Berkata tentang nilai komponen mesin, jelas bakal berhubungan dengan harga mesin.
Tetapi yang butuh diingat bahwa umur mesin sangat tergantung dari tutorial perawatannya serta operasional penggunaannya, mengingat penggunaan mesin bordir merupakan 24 jam sehari. Umur mesin berpengaruh juga kepada hasil motif bordir ataupun foto bordir nantinya.

4. Effisiensi Mesin
Kuantitas serta nilai hasil produksi jelas salah satunya dipengaruhi oleh Effisiensi Mesin, dalam faktor ini effisiensi mesin biasanya cenderung kearah “Thread Break” alias putus benang.Terus tinggi frekuensi putus benang maka effisiensi mesinpun otomatis bakal terus turun, sebab kuantitas hasil produksi bertidak lebih. Frekuensi putus benang juga berpengaruh kepada hasil produk, terus tinggi frekuensi putus benang maka nilai hasil produkpun terus bertidak lebih. Jangan hingga gara-gara rendahnya efisiensi mesin membikin motif bordir serta foto bordir yang dihasilkan nantinya jelek juga.Tetapi yang butuh diingat bahwa frekuensi putus benang juga bukan mutlak dikarenakan oleh nilai mesin.